Puisi Dan Cerpen


Sekenario Rico

Oleh: Nolan Lasar

Lonceng tanda pulang sekolah telah berbunyi, anak-anak berhamburan keluar dari kelas, Linda masih kelihatan bingung, melongok longok ke laci mejanya, rupanya ia mencari sesuatu, Riko si ketua kelas masih sibuk mengecek daftar hadir yang akan di serahkan ke Bu Nuniek, wali klas mereka. “Gi nyari apa Lin!” tegur Rico, Linda terperanjat, dalam hatinya ia berpikir Rico si ketua kelas yang pendiam dan jarang menegurnya sekalipun hampir tabrakan kalau lagi berpapasan di gang, tumben negur dia. “Lin ko bengong, gi nyari apa?” Tanya Rico lagi, “Anu, anu, gi nyari buku catatan matematika” jawab Linda agak gugup, maklum di dalam kelaskan tinggal mereka berdua. “Oh….., emangnya tadi kamu taru di mana?” Tanya Rico lagi, “Tadi, aku naru di sini” jawab Linda sambil menunjuk kearah laci mejanya. “Ya udah, besok baru aku tanya ke anak-anak, siapa tau aja keselip diantara buku-buku mereka”kata Rico lagi. “Ia ia, ma kasih ya” jawab Linda, lalu bergegas keluar dari klas, Rico pun membereskan absenlalu menuju ke ruangan bu Nuniek. “Bu, bu, sebentar” teriak Rici sambil berlari kecil ke arah bu Nuniek yang sedang mengunci pintu ruangannya. “Bu ini abesennya”, kata Rico, “Ma kasih ya” jawab bu Nuniek sambil mengambil absen, dan memasukan kedalam tasnya. “Permisi” kata rico lagi sambil berjalann menuju parkiran. Selengkapnya….

Om Yoseph

Oleh: Nolan Lasar

Pagi itu lagit begitu cerah, tak ada tanda-tanda akan turun hujan, tapi tidak dengan om Yosep mukanya tampak lusuh, tak ada semangat, tak seperti biasa, dan bagi orang yang sudah mengenalnya pasti bertanya-tanya kenapa om Yosep begitu aneh pagi ini,  dengan sebatang rokok yang gabusnya sudah hancur digigitnya, dan secangkir kopi pahit, om Yosep duduk termenung diatas bale bambu, yang ada dibawah naungan pohon asam. Di dapur istrinya terus berkotek, sambil sesekali membating-banting tutupan panci, aku yang rumahnya bersebelahan dengan mereka suda terbiasa dengan tingka istrinya, dan bukan hal baru lagi, mendengar celotehan istrinya, tapi yang membuat aku bertanya-tanya dalam hati adalah tingka om Yosep yang tak biasa, ketika merespon  celotehan istrinya. Selengkapnya……..

Puisi Part I

Puisi Part II

Puisi Part III

Puisi Part IV

Puisi Part V

Puisi Part VI