Apr
27
Filed Under (Tips dan Trik Fotografi) by nolanlasar on 27-04-2009
Ditulis oleh Administrator

Teks dan foto oleh Rivo Yubara

Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang foto hitam-putih.

Kenapa foto hitam dan putih?

Karena kita sangat terbiasa melihat sekitar kita yang penuh warna.
Dan saat memandang karya foto hitam dan putih akan terlihat daya tarik
yang kuat dengan tone, bentuk dan tekstur yang berbeda,
berpadu tanpa ada gangguan warna. Terbukti juga hingga kini foto hitam
dan putih juga masih disukai dan sebagai fotografer memotret hitam dan
putih bisa meningkatkan keterampilan. Kita akan lebih terampil memahami
kontras, bentuk, tekstur dan juga kita dilatih mengatur terang dan
gelap sebagai elemen untuk menghasilkan foto yang baik.

Saat ini membuat foto hitam dan putih dapat dengan mudah dan cepat
dihasilkan. Di dalam kamera digital juga terdapat fasilitas pemotretan
monokrom. Hanya, dengan adanya konversi standar dalam kamera kita
kehilangan kontrol untuk pengaturan tonal hitam dan putih sesuai yang
diinginkan.

Memulai dengan memotret dalam format berwarna akan memberi
keleluasaan dalam proses pembuatan foto hitam-putih, karena yang baik
di format berwarna belum tentu bagus jika dibuat hitam-putih.
Penulis menggunakan photoshop CS2 dan aplikasi Picasa dari Google
sebagai panduan konversi dari foto berwarna menjadi hitam dan putih.

Dan berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merubah foto menjadi monokrom:

Program gratis Picasa dari google dapat juga mengkonversi secara
sederhana sebuah foto menjadi hitam-putih. Pada mode editing pilihlah
Effect lalu klik BW.Mode Grayscale
Cara sederhana untuk mengubah foto berwarna menjadi monokrom adalah
berganti ke mode grayscale. Di Photoshop pilih
[Image][Mode][Grayscale]. Proses ini mengurangi jumlah channel warna
dari RGB menjadi satu (grayscale).

Desaturasi Warna
Proses ini juga akan menghasilkan foto hitam dan putih dengan
menghilangkan warna tanpa mengubah nilai kecerahan (brightness). Pilih
[Image][Adjustment][Desaturate].

Modus Lab
Cara ini akan memberi tone yang lebih cerah dari cara konversi
desaturasi. Pilih [Image][Mode][Lab Color], Anda akan mendapat channel
lightness dan dua channel warna a dan b, dengan menghapus channel a dan
b akan mengubah foto menjadi monokrom.

Channel Mixer
Pilih [Image][Adjustment][Channel mixer] lalu centang Monochrome.
Konversi ini sedikit kompleks namun didapat keleluasaan untuk mengatur
tone gelap dan terang sesuai dengan warna.

Seperti Anda lihat, masing-masing cara konversi memberi hasil yang
sedikit berbeda. Anda dapat mencoba metode-metode tersebut sampai
menemukan pilihan yang tepat.

Setelah kita memilih metode konversi yang sesuai keinginan dapat
dilanjutkan dengan mengedit kontras foto. Terkadang foto hitam-putih
tampak datar dan tidak hidup, kita dapat mengontrolnya dengan melihat
histogram. Informasi histrogram akan menunjukkan distribusi tone dalam
gambar, dalam hal ini box dialog levels dan curves dapat membantu memperbaiki cakupan tonal dalam foto.

Langkah berikutnya setelah kita mengoptimalkan cakupan tonal dan
kontras dengan levels atau curves, kita masih dapat memperbaiki
penampilan foto hitam-putih. Teknik dodging dan burning
akan membantu menambahkan eksposure kepada bagian-bagian tertentu dalam
foto Anda, atau menggelapkan bagian-bagian lainnya. Hal ini akan
membantu mendapatkan tampilan yang diinginkan.

Dengan terus berlatih mengolah foto hitam-putih akan didapat hasil
foto yang indah dan dramatik, Anda juga dapat berkreasi dengan
menambahkan grain atau bahkan menambahkan toning kedalam foto-foto
Anda. Toning sepia adalah yang paling populer dalam foto-foto hitam
putih.

Penulis sendiri masih terus belajar dalam mengolah foto hitam-putih,
kumpulan karya foto hitam-putih saya bisa Anda lihat di website www.cloudybali.com.

(Silakan kirimkan kisah foto Anda, pengalaman, atau tips memotret ke admin@fotokita.net)

Sumber : http://fotokita.net/fk/blog/2009/03/tips-membuat-foto-hitam-putih/