Jangan Lari Untuk Sebuah Kebahagiaan
Malam Semakin Larut
Siang Pergi Meninggalkan Kusendiri
Menatap Langit-Langit Kamar
Yang Seakan Mau Runtuh
Aku Ingin Lari
Tapi Ada Yang Berbisik
Kenapa Kamu Lari Untuk Sebuah Kebahagiaan?
Lagit-Langit Kamarmu Takan Runtuh
Siang Akan Kembali Besok
Kamu Takan Sendirian
Sejuta Senyum Akan Menemanimu
Seribu Tawa Akan Mengiringi
Setiap Jejak Langkahmu
Tegar
Tak peduli……..
Bagaimana ganasnya badai kehidupan
Tak peduli……..
Bagaimana beratnya tanatangan hidup
Semua cobaan itu
Takan mampu menggoyakan
Seseorang yang memiliki
Keteguhan, kemauan dan keyakinan!!!!!!!!
Di Perbatasan Senja
Sejenak sosok itu meninggalkan malam,
Meningalkan sebuah agenda biru
Sempat bayangmu bertanya
Kemana kerinduan?
Disini..
Diperbatasan senja
Luka kesuksesan kembali menyayat
Tepat diantara pergelangan harapan
Lalu?……..
Benang hitam yang kupilih kemarin
Kubiarkan bergumul dengan dingin
Hingga pada sejenak
Kudapatkan benang telah putus
Waktu itu masi senja
Arahkan awan belum sempat keperaduan
Jalan Menuju Terang
Hidup dalam kegelapan
Mudah tersesat dan masuk dalam kebingungan
Manusia hendaknya tak boleh cemas
Karena kecemasan belaka akan membawa ketempat-tempat yang makin tak menentu
Kita harus percaya bahwa, Tuhan dengan doa,
Kita dapat meminta petunjuk
Dimanakah jalan menuju terang?????????
Cermin Retak
Kegelisahan Dibalik jendela
Bukan cuma sebuah guratan di kening
Bukan pula sebatas bening bola mata
Saat angin senja datang membawa pesan
Cermin dikamarmu telah retak
Kegelisaha dibalik jendela
Adalah sebuah sekesta kehidupan
Sebuah guratan panjang
Yang bermula sejak kau katakan ya
Untuk keluar dari reahim ibumu
Dikamar ini
Cermin itu retak
Orang Orang Ego
Manusia berusaha Untuk Lari Dari Penderitaan
Berusaha Bangkit Dari Kelam
Berusaha Keluar Dari Gelap
Ingin Pergi Dari Kesunyian
Ketempat Di Mana Ada Kebahagiaan
Ingin Terepas Dari Belenggu
Berharap Semua Deritaa Akan Hilang
Semua Kelam Akan Mati Bersama Jiwa Yang Lama
Pergi Jauh Bersama Cita Dan Cinta
Kembali Pada Sebuah Purnama
Sambil Bernyanyi Lagu Gembira
Tersenyum Lebar Tertawa Ria
Aku Menang Teriaknya
Tiadak Kmu Tidak Menang
Kamu Hanya Tersenyum Dalam Kesemuan
Tertawa Dalam Keangkuhan
Derita Akan Kembali Untukmu Esok
Kamu Takan Pernah Lari
Kamu Hanya Roda-Roda Besi
Yang Menari Nari Di Jalanan
Yang Akan Berhenti Dan Sunyi
Kamu Hanya Sebentar Melihat Terang
Gelap Akan Kembali Menyelimutimu
Dengan Air Dan Api
Bahagia Hanya Sebentar
Derita Akan Kembali Untukmu
Hai Orang-Orang Ego
Pergolakan Dengan Tuhan
Betapa anehnya cinta kita pada Tuhan
Kita mencintaiyang tak terlihat
kita mendambahkan yang tak teraba
kita cuma anak luguh yang rindu pada bapa yang entah di mana
asmpaikapan kita bertahan dalam kesombongan manusiawi kita
padahal yang kita rasahkan setiap hari cuma derita
luka yang membekas terlalu dalam..