Nov
08
Filed Under (Puisi Dan Cerpen) by nolanlasar on 08-11-2008

Jangan Lari Untuk Sebuah Kebahagiaan

Malam Semakin Larut

Siang Pergi Meninggalkan Kusendiri

Menatap Langit-Langit Kamar

Yang Seakan Mau Runtuh

Aku Ingin Lari

Tapi Ada Yang Berbisik

Kenapa Kamu Lari Untuk Sebuah Kebahagiaan?

Lagit-Langit Kamarmu Takan Runtuh

Siang Akan Kembali Besok

Kamu Takan Sendirian

Sejuta Senyum Akan Menemanimu

Seribu Tawa Akan Mengiringi

Setiap Jejak Langkahmu

Tegar

Tak peduli……..

Bagaimana ganasnya badai kehidupan

Tak peduli……..

Bagaimana beratnya tanatangan hidup

Semua cobaan itu

Takan mampu menggoyakan

Seseorang yang memiliki

Keteguhan, kemauan dan keyakinan!!!!!!!!

Di Perbatasan Senja

Sejenak sosok itu meninggalkan malam,

Meningalkan sebuah agenda biru

Sempat bayangmu bertanya

Kemana kerinduan?

Disini..

Diperbatasan senja

Luka kesuksesan kembali menyayat

Tepat diantara pergelangan harapan

Lalu?……..

Benang hitam yang kupilih kemarin

Kubiarkan bergumul dengan dingin

Hingga pada sejenak

Kudapatkan benang telah putus

Waktu itu masi senja

Arahkan awan belum sempat keperaduan

Jalan Menuju Terang

Hidup dalam kegelapan

Mudah tersesat dan masuk dalam kebingungan

Manusia hendaknya tak boleh cemas

Karena kecemasan belaka akan membawa ketempat-tempat yang makin tak menentu

Kita harus percaya bahwa, Tuhan dengan doa,

Kita dapat meminta petunjuk

Dimanakah jalan menuju terang?????????

Cermin Retak

Kegelisahan Dibalik jendela

Bukan cuma sebuah guratan di kening

Bukan pula sebatas bening bola mata

Saat angin senja datang membawa pesan

Cermin dikamarmu telah retak

Kegelisaha dibalik jendela

Adalah sebuah sekesta kehidupan

Sebuah guratan panjang

Yang bermula sejak kau katakan ya

Untuk keluar dari reahim ibumu

Dikamar ini

Cermin itu retak

Orang Orang Ego

Manusia berusaha Untuk Lari Dari Penderitaan

Berusaha Bangkit Dari Kelam

Berusaha Keluar Dari Gelap

Ingin Pergi Dari Kesunyian

Ketempat Di Mana Ada Kebahagiaan

Ingin Terepas Dari Belenggu

Berharap Semua Deritaa Akan Hilang

Semua Kelam Akan Mati Bersama Jiwa Yang Lama

Pergi Jauh Bersama Cita Dan Cinta

Kembali Pada Sebuah Purnama

Sambil Bernyanyi Lagu Gembira

Tersenyum Lebar Tertawa Ria

Aku Menang Teriaknya

Tiadak Kmu Tidak Menang

Kamu Hanya Tersenyum Dalam Kesemuan

Tertawa Dalam Keangkuhan

Derita Akan Kembali Untukmu Esok

Kamu Takan Pernah Lari

Kamu Hanya Roda-Roda Besi

Yang Menari Nari Di Jalanan

Yang Akan Berhenti Dan Sunyi

Kamu Hanya Sebentar Melihat Terang

Gelap Akan Kembali Menyelimutimu

Dengan Air Dan Api

Bahagia Hanya Sebentar

Derita Akan Kembali Untukmu

Hai Orang-Orang Ego

Pergolakan Dengan Tuhan

Betapa anehnya cinta kita pada Tuhan

Kita mencintaiyang tak terlihat

kita mendambahkan yang tak teraba

kita cuma anak luguh yang rindu pada bapa yang entah di mana

asmpaikapan kita bertahan dalam kesombongan manusiawi kita

padahal yang kita rasahkan setiap hari cuma derita

luka yang membekas terlalu dalam..